Meskipun setiap rumusan dirancang untuk waktu yang spesifik, penggunaan rumusan Misa Fajar pada siang hari tetap diperbolehkan, terutama untuk kepentingan pastoral seperti Misa Natal anak-anak yang membutuhkan narasi Injil yang lebih mudah dipahami. Selain itu, liturgi Natal sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari Misteri Paskah; kelahiran Kristus adalah langkah awal menuju pengurbanan diri-Nya di kayu salib demi menebus dosa manusia. Dengan demikian, Natal merupakan titik awal kehidupan Gereja dan kelahiran baru bagi seluruh umat Kristiani sebagai anggota Tubuh Mistik Kristus.
Terkait kewajiban hukum Gereja, umat yang telah mengikuti Misa Malam Natal dianggap telah memenuhi kewajiban merayakan hari raya, sehingga tidak diwajibkan lagi hadir pada Misa tanggal 25 Desember. Namun, mengingat besarnya makna spiritual dalam peristiwa ini, umat sangat dianjurkan untuk tetap hadir pada misa pagi atau siang jika memungkinkan. Hal inilah yang membuat perayaan Natal sering kali terasa sangat meriah, karena umat diajak untuk terus menyelami misteri kasih Allah yang menjelma menjadi manusia dalam berbagai rangkaian perayaan Ekaristi.

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar