FBKJK.blogspot.com - Berikut kami sharingkan pengetahuan tentang Bait Pengantar Injil supaya sebagai anggota KJK pengetahuan kekatolikan kita bertambah.
Sejak tahun 1970, Bait pengantar Injil mulai diterapkan dalam perayaan ekaristi. Bait Pengantar Injil adalah satu sisipan atau perikop yang berkaitn dengan isi Injil yang dibacakan pada saat itu. Dalam Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) 62c ditegaskan bahwa bait pengantar injil harus dinyanyikan. Jika tidak mampu menyanyikannya, maka bagian ini sebaiknya tidak didaraska (dibacakan) dengan kata lain ditiadakan
Bait pengantar injil dinyanyikan dengan didahului oleh Antifon yang kemudian diikuti oleh seluruh umat, dilanjutkan dengan menyanyikan bait (perikop), setelah itu diakhiri dengan menyanyikan antifon bersama umat.
Bentuk syair antifon dalam Bait Pengantar injil ada dua yaitu :
Antifon dengan syair ALLELUIA (dari bahasa Ibrani = HALLELU-YAH yang artinya Pujilah Allah) dimana antifon ini dinyanyikan DI LUAR MASA PRAPASKAH
Antifon dengan Syair "Terpujilah...." yang dinyanyikan selama masa Prapaskah dan pekan suci (kecuali malam Paskah dan Minggu Paskah)
Dalam masa tertentu sesuai dengan Kalender Liturgi Gereja Katolik, setelah Bait pengantar injil, ada sisipan madah yang juga wajib dinyanyikan yaitu SEKUENSIA (Sequentia).
Sekuaensia dinyanyikan pada :
Hari Munggu Paskah I : Victimae Paschali Laudes (Vipone)
Hari Raya Pentakosta : Veni, Sanctae Spiritus (Stephan Langton)
Juga sebagai fakultatif sesuai dengan PUMR 64 pada :
Hari-hari Oktaf Paskah
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus : Lauda Sion Salvatores (Thomas Aquinas. 1263)
Bunda Maria yang Berduka : Stabat Mater Dolorosa (Thomas Celano, 1250)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar